- Back to Home »
- GNU Linux Server
4/27/2017
Sistem operasi GNU Linux Server
GNU/Linux adalah sebuah sistem operasi
yang diciptakan oleh Linus Benedict Torvalds seorang mahasiswa Universitas
Helsinki Finlandia di tahun 1991.Proyek GNU ini diluncurkan pada tahun 1984
untuk mengembangkan sebuah sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis perangkat
lunak bebas: yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang dari ―GNU‘s Not
Unix‖; GNU dilafalkan dengan ―genyu‖). Varian dari sistem operasi GNU, yang
menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah digunakan secara meluas.Walau pun
sistem ini sering dirujuk sebagai ―Linux‖, sebetulnya lebih tepat jika disebut
sistem GNU/Linux. Ada salah satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik dari
GNU/Linux yang belum ada pada sistem operasi populer lainnya, yaitu menjalankan
sistem operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard disk. Dengan
cara ini dengan mudah kita dapat menggunakan GNU/Linux di komputer orang lain
karena tak perlu menginstalnya (tak perlu mengutak-atik hard disk dan
partisinya). Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU,
proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek
GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap —
kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan
sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi
pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua
komponen sistem ini — kecuali kernel.Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux
menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan
seterusnya
mengeluarkan
Sistem operasi yang cukup berfungsi.Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang
terakhir dalam rancangan GNU.
Beberapa
distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix, SUSE Live Eval,
Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dll. Meskipun bentuknya Live
CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama dengan distro-distro
terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket umum yang biasa
kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice, XMMS, GIMP,
Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian, yaitu beberapa
paket yang memang sangat besar dan kiranya tidaklah umum digunakan oleh home
user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar 700MB. Kepraktisan
itu ada batasnya karena selama operasionalnya, Linux Live CD tidak mempunyai
sebuah tempat khusus di dalam harddisk. Linux Live CD hanya memiliki tempat di
memori utama (RAM), sehingga setelah di-restart, semua isi RAM akan dikosongkan
dan Linux Live CD harus melakukan inisialisasi ulang untuk mendeteksi semua
perangkat keras yang dimiliki oleh user. Selain itu, kinerja dari Linux Live CD
sendiri juga tidak bisa maksimal, karena kecepatan komputer untuk mengakses
CD-ROM jauh lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mengakses harddisk.
Dalam
ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama
dari sebuah sistem operasi.Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk
mengakses perangkat keras komputer secara aman.Istilah Linux sebetulnya hanya
mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi.Kernel adalah Jembatan antara
hardware dan aplikasi-aplikasi yg menterjemahkan bahasa software sehingga mampu
dimengerti dan diproses oleh hardware sesuai dengan permintaan. Karena akses
terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang
harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk
mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapatmenggunakan satu bagian
perangkat keras tersebut.Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.Akses
kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh
karena itu kernel
biasanya
mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi- abstraksi
tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan
memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga
abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.Sebuah kernel sistem
operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah
komputer.Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah
mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut
membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware
abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada
zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian
dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang
komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari
satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut
membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer,
seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only
Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi
yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan
kernel sistem operasi.
Selanjutnya,
para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya
terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
Monolithic
Kernel. Monolithic kernel mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan
menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat
keras yang berada di bawah sistem operasi.Microkernel. Microkernel menyediakan
sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang
berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa
fungsionalitas lainnya.
Hybrid
kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi.
Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel
untuk meningkatkan performanya. Exokernel. Exokernel menyediakan hardware
abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara
langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem
operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan
dalam desain monolithic kernel.
open
source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu
orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan
memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas
(biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini
mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi
komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang
artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah
menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah
pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
Pengembangan Linux bersifat open source artinya source code dari aplikasi
pembentuk sistem dan aplikasi lainnya diberikan secara terbuka sehingga setiap
orang dapat melakukan modifikasi atau kustomisasi sesuai dengan kebutuhan
masing-masing.
Pola
Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan
mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk
yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke
publik.Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik,
merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini
juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung
jawab.Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka ―kode sumber‖ dari
sebuah perangkat lunak.Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode
sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika
yang ada
di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang
sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu.Artinya, dia tidak harus
gratis.Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD
(Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka.Pergerakan perangkat lunak
bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan
tujuan yang berbeda.Sumber terbuka adalah pengembangan secara metodelogi,
perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal.Bagi pergerakan perangkat
lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat
lunak bebas adalah solusi.
10
Distro Linux Yang Cocok Untuk Server
1. Ubuntu
Ubuntu merupakan distro linux yang berbasis
Debian berada dalam kelas dengan sendirinya. Ini melampaui semua distro lain
dari segi instalasinya yang sederhana dan dibantu dengan dukungan kinerja
hardware yang sangat baik untuk kebutuhan komersial kelas dunia,dan tentunya
ubuntu juga menjadi pilihan dalam membuat sebuah server jaringan.
2. Red Hat
Red
Hat Enterprise Linux (RHEL)
adalah sebuah perusahaan Linux kecil yang sekarang menjadi kekuatan utama dalam
upaya untuk rackspace data center. Dan Redhat ini banyak dijadikan pilihan
untuk dibuat menjadi server meskipun ada beberapa paket yang memerlukan biaya
untuk memilikinya.
3. SUSE
SUSE
Linux adalah
distro milik novell suse linux juga dijadikan pilihan yang tidak kalah dari
distro lainnya,dan banyak juga yang tidak tanggung tanggung untuk memilih suse
sebagai os pribadi maupun server
4. Mandriva
Mandriva adalah sistem operasi linux
server yang mungkin agak asing.linux ini
berasal
dari Perancis dan klaim penerimaan ekstrim di Eropa dan Amerika Selatan. Hal
ini, seperti klaim situsnya, penyedia Linux di seluruh dunia.Namanya dan
konstruksinya berasal dari Mandrake Linux dan Connectiva distribusi Linux.
5. Xandros
Jika
Anda lebih memilih distribusi Linux dengan koneksi Microsoft, Xandros adalah
satu pilihan yang tepat untuk Anda. Rumor mengenai, Xandros dan Microsoft
berkolaborasi dalam apa yang dikenal di kalangan teknis sebagai
"cooperatition." Ini berarti bahwa mereka bersaing secara
kooperatif.
6. Slackware
Slackware
yang meruapakan distro milik Patrick Volkerding adalah salah satu
sistem
operasi yang free atau gratis Meskipun tidak umumnya terkait dengan distribusi
komersial, Slackware mempertahankan hubungan dengan beberapa perusahaan yang
memberikan dukungan fee-based. Salah satu distro awal yang tersedia, Slackware
memiliki basis penggemar yang luas dan setia.Pengembang secara teratur merilis
versi baru dan keunggulan fitur di tiap perbaharuannya.
7. Debian
Debian adalah sistem operasi yang tidak
memiliki dukungan komersial formal, tetapi Anda dapat terhubung dengan
konsultan Debian-savvy di seluruh dunia melalui halaman Konsultan mereka.Debian
telah melahirkan anak distribusi lebih dari distribusi linux lainnya, seperti
Ubuntu, Linux Mint dan Vyatta.
8. Vyatta
Linux
Vyatta memiliki
kelelebih dalam pengaturan router dan firewall dari sistem berbasis PC tetapi
jika Anda ingin distribusi komersial-driven untuk aplikasi tersebut, Vyatta
bekerja dengan baik untuk kebutuhan pada media komunikasi dan tentunya sangat
aman dan terjangkau.Vyatta Linux Juga memiliki versi gratis.
9. CentOS
Memang
benar bahwa CentOS tidak sepenuhnya komersial tetapi karena didasarkan pada Red
Hat Enterprise Linux, Anda dapat memanfaatkan dukungan komersial untuk itu.
CentOS memiliki repositori sendiri dan dukungan masyarakat dan tidak sama
dengan Fedora Linux.
10. Unbreakable Linux
Oracle Unbreakable Linux
Red Hat Enterprise Linux dengan beberapa logo Oracle dan seni.Oracle bersaing
langsung dengan Red Hat dengan distribusi dan cukup efektif, karena dukungan
dibeli melalui Oracle adalah setengah harga dari model setara Red Hat. selesai. inilah sistem operasi GNU Linux Server. jangan lupa komen dan beri saran Gan. jangan lipa juga subcribe channel Mku ya


Post a Comment