- Back to Home »
- elektronika dasar (ElDas)
10/12/2016
GERBANG LOGIKA
GERBANG LOGIKA
]
Gerbang-gerbang logika merupakan dasar untuk merancang dan membangun rangkaian elektronika digital. Suatu gerbang logika mempunyai satu terminal keluaran dan satu atau lebih terminal masukan. Keluaran dan masukan gerbang logika ini dinyatakan dalam kondisi HIGH (1) atau LOW (0). Dalam suatu sistem TTL level HIGH diwakili dengan tegangan 5V, sedangkan level LOW diwakili dengan tegangan 0V.
]
Gerbang-gerbang logika merupakan dasar untuk merancang dan membangun rangkaian elektronika digital. Suatu gerbang logika mempunyai satu terminal keluaran dan satu atau lebih terminal masukan. Keluaran dan masukan gerbang logika ini dinyatakan dalam kondisi HIGH (1) atau LOW (0). Dalam suatu sistem TTL level HIGH diwakili dengan tegangan 5V, sedangkan level LOW diwakili dengan tegangan 0V.
G gambar
3.1. Simbul gerbang AND, OR, INVERTER,
NAND, dan NOR yang digunakan oleh American National Standard Institute
(ANSI) dan Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) (a) lama dan (b) baru.
Dengan menggunakan
gerbang-gerbang logika, kita dapat merancang suatu sistem digital yang akan
mengevaluasi level masukan dan menghasilkan respon keluaran yang spesifik
berdasar rancangan rangkaian logika. Gambar 3.1.a menunjukkan simbul lama dan
gambar 3.1.b. simbul baru dari lima gerbang
logika dasar AND, OR, INVERTER, NAND, NOR yang digunakan oleh American National Standard Institute
(ANSI) dan Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE).
3.1. Gerbang AND
3.1.1. Analogi, Simbol dan Tabel kebenaran AND
Gerbang
AND merupakan suatu rangkaian logika yang mempunyai 2 atau lebih
masukan, dengan satu keluaran.
Seperti yang ditunjukkan gambar 3.2.a.
gerbang AND dengan 2 masukan dapat dianalogikan sebagai 2 saklar seri yang digunakan untuk menghidupkan lampu. Lampu C
akan menyala bila saklar SA dan saklar SB sama-sama ditutup (logika 1) dan lampu C akan padam jika
salah satu atau kedua saklar SA
dan saklar SB dibuka (logika
0).
Gambar 3.2.
Analogi dan simbol Gerbang AND
Oleh karena itu
keluaran gerbang AND dapat diekspresikan dengan aljabar Boolean sebagai
berikut, C=A.B. dan apabila ditabelkan diperoleh seperti tabel 3.1.
Adapun Gambar 3.2.b. mengambarkan
simbul AND lama, yang sampai saat ini
masih sering dipakai dalam rangkaian
digital oleh American National
Standard Institute (ANSI) dan Institute of Electrical and Electronic Engineers
(IEEE), serta simbul yang digunakan oleh
National Electrical Manufacturer’s Association (NEMA).
Tabel 3.1 Tabel kebenaran Gerbang AND 2 masukan :
Masukan
|
Keluaran
|
|
A
|
B
|
CAND
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
3.1.1. Diagram Waktu Hasil Respon Keluaran
Terhadap Masukan pada Gerbang AND
Berdasarkan tabel kebenaran gerbang AND, hasil respon keluaran terhadap
masukan dapat dijelaskan pada contoh gambar 3.3. sebagai berikut, pada saat
t0 – t1 nilai masukkan A=0, nilai masukkan B=0, hasil
keluarannya X=0
t1 – t2 nilai masukkan A=1, nilai masukkan B=0, hasil
keluarannya X=0
t2 – t3 nilai masukkan A=1, nilai masukkan B=1, hasil
keluarannya X=1
t3 – t4 nilai masukkan A=0, nilai masukkan B=1, hasil
keluarannya X=0
t4 – t5 nilai masukkan A=0, nilai masukkan B=0, hasil
keluarannya X=0
t5 – t6 nilai masukkan A=0, nilai masukkan B=1, hasil
keluarannya X=0
t6 – t7 nilai masukkan A=1, nilai masukkan B=1, hasil
keluarannya X=1
Gambar 3.3. Diagram waktu hasil respon keluaran
terhadap masukan gerbang AND
3.1.1. Gerbang AND dari Rangkaian RDL
Rangkaian Logika Diode Resistor yang dapat
berfungsi sebagai gerbang AND ditunjukkan pada gambar 3.4.
Gambar 3.4. Rangkaian Logika Diode Resistor berfungsi
sebagai gerbang AND
Prinsip kerja rangkaian logika diode resistor
yang berfungsi sebagai gerbang AND dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kondisi
1. Pada saat switch
A terhubung dengan ground
(logika 0) dan Switch B terhubung
dengan ground (logika 0) D1 dan D2 mendapat bias forward, arus mengalir dari Vcc lewat RL D1 ke ground dan VCC lewat
RL D2 ke ground, kondisi ini menghasilkan tegangan yang terukur pada
output (Voltmeter) yang terhubung paralel dengan D1 dan D2 = 0,7 Volt. (yang dinyatakan dengan logika
0).
Kondisi 2.
Pada saat switch
A terhubung dengan
ground (logika 0) dan
Switch B terhubung dengan Vcc
(logika 1), D1 mendapat bias forward, dan D2 mendapat bias revers, arus hanya
mengalir dari VCC lewat RL D1 ke
ground, arus tidak dapat mengalir lewat
D2, kondisi ini menghasilkan tegangan yang terukur pada output (Voltmeter) yang
terhubung paralel dengan D1 = 0,7 Volt. (yang dinyatakan dengan logika 0).
Kondisi 3.
Pada saat switch
A terhubung dengan
Vcc (logika 1) dan
Switch B terhubung dengan ground
(logika 0), D1 mendapat bias reverse, dan D2 mendapat bias forward, arus hanya
mengalir dari VCC lewat RL D2 ke
ground, arus tidak dapat mengalir lewat
D1, kondisi ini menghasilkan tegangan yang terukur pada output (Voltmeter) yang
terhubung paralel dengan D2 = 0,7 Volt. (yang dinyatakan dengan logika 0).
Kondisi 4. Pada saat
switch A terhubung dengan
Vcc (logika 1) dan Switch B terhubung dengan Vcc (logika 1)
D1 dan D2 mendapat bias reverse, arus
tidak dapat mengalir lewat D1 dan D2, kondisi ini menghasilkan tegangan yang
terukur pada output (Voltmeter) yang terhubung paralel dengan D1 dan D2 sama dengan tegangan sumber = 5 Volt. (yang
dinyatakan dengan logika 1).
Masing-masing kondisi kerja rangkaian logika diode resistor yang
berfungsi sebagai gerbang AND apabila ditabelkan diperoleh seperti tabel
3.2.
Tabel 3.2.
Tabel kebenaran Rankaian RDL Gerbang AND 2 masukan :
3.1. Gerbang OR
3.1.1. Analogi, Simbol dan Tabel kebenaran OR
Gerbang
OR merupakan suatu rangkaian logika yang mempunyai 2 atau lebih
masukan, dengan satu keluaran.
Seperti yang ditunjukkan gambar 3.5.a.
gerbang OR dengan 2 masukan dapat dianalogikan sebagai 2 saklar paralel yang digunakan untuk menghidupkan lampu. Lampu C
akan menyala bila salah satu atau
kedua saklar SA dan saklar SB sama-sama ditutup (logika 1) dan lampu C akan padam hanya
jika kedua saklar SA dan saklar SB dibuka (logika 0)
Oleh karena itu keluaran gerbang OR dapat
diexpresikan dengan aljabar Boolean sebagai berikut, C=A+B dan apabila ditabelkan diperoleh, seperti
tabel 3.3.
Adapun Gambar 3.5.b. mengambarkan
simbul OR lama, yang sampai saat ini
masih sering dipakai dalam rangkaian digital oleh American National Standard Institute
(ANSI) dan Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), serta
simbul yang digunakan oleh National
Electrical Manufacturer’s Association (NEMA)
Gambar 3.5.
Analogi dan simbol Gerbang OR
Gambar 3.6. Diagram waktu hasil respon keluaran
terhadap masukan gerbang AND
3.1.1. Gerbang OR dari Rangkaian RDL
Rangkaian Logika Diode Resistor yang dapat
berfungsi sebagai gerbang OR ditunjukkan pada gambar 3.7.
Gambar 3.7. Rangkaian Logika Diode Resistor berfungsi
sebagai gerbang OR
Prinsip kerja rangkaian logika diode
resistor yang berfungsi sebagai gerbang OR dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kondisi 1.
Pada saat switch A terhubung
dengan ground (logika 0)
dan Switch B terhubung dengan ground (logika 0) D1 dan D2 mendapat bias
reverse, sehingga arus tidak mengalir
pada RL, kondisi ini menghasilkan tegangan yang terukur pada output = 0 Volt.
(yang dinyatakan dengan logika 0).
Kondisi 2.
Pada saat switch
A terhubung dengan
Vcc (logika 1) dan
Switch B terhubung dengan ground
(logika 0), D1 mendapat bias forward, dan D2 mendapat bias reverse, arus
mengalir dari VCC lewat D1 RL ke
ground, arus tidak dapat mengalir
lewat D2, kondisi
ini menghasilkan tegangan
RL = Vcc- VD1
= 5 Volt -0,7 Volt = 4,3 Volt. (yang
dinyatakan dengan logika 1).
Kondisi 3.
Pada saat switch
A terhubung dengan
ground (logika 0) dan
Switch B terhubung dengan Vcc
(logika 1), D1 mendapat bias reverse, dan D2 mendapat bias forward, arus
mengalir dari VCC lewat D2 RL ke
ground, arus tidak dapat mengalir
lewat D1, kondisi
ini menghasilkan tegangan
RL = Vcc- VD2
= 5 Volt -0,7 Volt = 4,3 Volt. (yang
dinyatakan dengan logika 1).
Kondisi 4.
Pada saat switch A terhubung
dengan Vcc (logika 1)
dan Switch B terhubung dengan Vcc (logika 1) D1 dan D2 mendapat bias
forward, arus mengalir lewat D1 RL dan
D2 RL, kondisi ini menghasilkan tegangan RL = Vcc- VD1,2
= 5 Volt -0,7 Volt = 4,3 Volt. (yang
dinyatakan dengan logika 1).
Masing-masing
kondisi kerja rangkaian logika
diode resistor yang berfungsi sebagai gerbang OR apabila ditabelkan diperoleh
seperti tabel 3.4.
Tabel 3.4.
Tabel kebenaran Rankaian RDL Gerbang OR 2 masukan :
3.1. Gerbang NOT
3.1.1. Analogi, Simbol dan
Tabel kebenaran NOT
Gerbang inverter (NOT) merupakan suatu
rangkaian logika yang berfungsi sebagai "pembalik", jika masukan
berlogika 1, maka keluaran akan berlogika 0, demikian sebaliknya.
Seperti yang ditunjukkan gambar 3.8.a.
gerbang NOT dapat dianalogikan sebagai sebuah saklar yang dihubungkan paralel
dengan lampu, lampu akan menyala jika saklar
SA terbuka (logika 0),
dan lampu akan padam jika saklar SA dalam kondisi tertutup
(logika 1).
Oleh karena itu keluaran gerbang NOT dapat
diexpresikan dengan aljabar Boolean sebagai berikut, C= dan
apabila ditabelkan diperoleh seperti
tabel 3.5.
Adapun
Gambar 3.8.b. mengambarkan simbul
NOT lama, yang sampai saat ini masih
sering dipakai dalam rangkaian digital oleh American National Standard Institute
(ANSI) dan Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), serta
simbul yang digunakan oleh National
Electrical Manufacturer’s Association (NEMA).
Gambar 3.8. Analogi dan simbol Gerbang NOT
Tabel 3.5. Tabel kebenaran Gerbang NOT
Masukan
|
Keluaran
|
A
|
C=
|
0
|
1
|
1
|
0
|
3.1.1. Diagram Waktu Hasil
Respon Keluaran Terhadap Masukan Gerbang
NOT.
Gambar 3.9. Diagram
waktu hasil respon keluaran terhadap masukan
gerbang NOT
Berdasarkan tabel kebenaran gerbang NOT hasil respon keluaran X kebalikan
dari masukkan A. Respon keluaran X terhadap masukkan A dapat dijelaskan pada
contoh gambar 3.9. sebagai berikut, jika nilai masukkan A=0 nilai respon
keluaran X=1 demikian juga sebaliknya jika nilai masukkan A=1 nilai respon
keluaran X=0
3.1.1. Gerbang NOT dari rangkaian CMOS
Rangkaian CMOS yang dapat berfungsi
sebagai gerbang NOT ditunjukkan pada gambar 3.10.
3.10. Rangkaian CMOS berfungsi sebagai gerbang NOT
Prinsip kerja rangkaian CMOS yang
berfungsi sebagai gerbang NOT dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kondisi 1, jika input diberi tegangan 0 V,
akan membuat Q1 menuju off dan Q2
menghantar ini menjadikan tegangan output = Vcc = 5 V (yang dinyatakan dengan logika 1).
, Kondisi 2, bila input diberi tegangan 5 V, akan membuat Q2 menuju off dan
Q1 menghantar, ini menyebabkan
tegangan output berubah menjadi rendah=
tegangan forward Q1= 0,7 V (yang dinyatakan dengan
logika 0). Masing-masing kondisi kerja rangkaian logika CMOS yang berfungsi sebagai gerbang NOT apabila
ditabelkan diperoleh seperti tabel 3.6.
Tabel 3.6 Tabel kebenaran rangkaian
CMOS Gerbang NOT
3.1. Gerbang NAND
3.1.1. Analogi, Simbol dan
Tabel kebenaran NAND
Gerbang
NAND merupakan suatu rangkaian logika yang mempunyai 2 atau lebih
masukan, dengan satu keluaran. Gerbang NAND merupakan rangkaian logika
kombinasi dari gerbang AND yang dikuti gerbang NOT.
Gerbang NAND dapat
dianalogikan sebagai 2 sebuah saklar seri yang dihubungkan paralel dengan
lampu, sebagaimana Gambar 3.11.a., lampu akan menyala bila salah satu atau
kedua saklar SA atau saklar SB dibuka (logika 0), dan lampu akan padam hanya jika
kedua saklar SA dan
saklar SB ditutup (logika 1).
Oleh karena itu keluaran gerbang NAND dapat
diekspresikan dengan aljabar Boolean sebagai berikut, C = dan apabila
ditabelkan diperoleh seperti tabel 3.7.
Adapun Gambar 3.11.b. mengambarkan simbul NAND lama, yang sampai saat ini masih sering dipakai
dalam rangkaian digital oleh American National Standard Institute (ANSI) dan Institute of Electrical and
Electronic Engineers (IEEE), serta simbul yang digunakan oleh National Electrical Manufacturer’s
Association (NEMA).
Tabel 3.7. Tabel kebenaran Gerbang NAND 2 masukan :
Masukan
|
Keluaran
|
|
A
|
B
|
CNAND
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
3.1.1. Gerbang NAND dari
rangkaian TTL
Rangkaian transistor transistor logik yang dapat berfungsi sebagai gerbang
Nand ditunjukkan pada gambar 3.13.
Prinsip kerja rangkaian TTL yang berfungsi
sebagai gerbang NAND dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kondisi 1, jika semua input dari T1 diberi
tegangan 5 V dalam waktu yang sama (yang dinyatakan dengan logika 1), mengakibatkan junction emitor-basis T1 memperoleh bias reverse dan junction
basis-kolektor T1 lewat R1 mendapat bias forward, sehingga arus akan mengalir
lewat R1 dan basis, yang membuat T2 pada
kondisi saturasi sehingga tegangan output T2 mendekati 0 V = tegangan ground. (yang dinyatakan dengan logika 0)
Kondisi 2, jika salah satu input dari
ketiga input diberi tegangan 0 V (yang dinyatakan dengan logika 1), akan membuat junction emitor-basis
T1 memperoleh bias forward, yang menyebabkan arus mengalir dari Vcc
lewat R1 masuk ke basis T1. Perubahan
arus yang mengalir lewat R1 menyebabkan kenaikan tegangan jatuh pada R1
dan mengurangi tegangan basis pada T2 . Perubahan tegangan basis pada T2 akan
mengakibatkan bias junction basis-kolektor menjadi reverse,sehingga T2 menuju
off dan besarnya tegangan output T2 = Vcc = 5 V (yang dinyatakan dengan logika 1). Kondisi ini berlaku
pada semua atau salah satu input jika diberi tegangan 0V (step 0-6)
3.1. Gerbang NOR
3.1.1. Analogi, Simbol dan
Tabel kebenaran NOR
Gerbang
NOR merupakan suatu rangkaian logika yang mempunyai 2 atau lebih
masukan, dengan satu keluaran. Gerbang NOR merupakan rangkaian logika kombinasi
dari gerbang OR yang dikuti gerbang NOT.
Gerbang NOR dapat
dianalogikan sebagai 2 sebuah saklar paralel yang dihubungkan paralel dengan
lampu, sebagaimana Gambar 3.14.a, lampu akan menyala bila kedua saklar SA
dan saklar SB dibuka (logika
0), dan lampu akan padam jika salah satu atau kedua saklar SA dan saklar SB ditutup (logika 1).
Tabel 3.9. Tabel kebenaran Gerbang NOR 2 masukan :
Masukan
|
Keluaran
|
|
A
|
B
|
CNOR
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
Prinsip kerja rangkaian ECL yang berfungsi
sebagai gerbang NOR dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kondisi 1 jika semua input diberi tegangan
0V dalam waktu yang sama (yang dinyatakan dengan logika 1),akan
meyebabkan T1, T2, dan T3 cut off arus tidak dapat mengalir pada tahanan
kolektor R1. Tegangan jatuh pada R1 mendekati tegangan Vcc, dan mengakibatkan
T5 menghantar dan arus melewati R4 sehingga tegangan output mendekati tegangan
Vcc = 5 V (yang dinyatakan dengan logika 1).
Kondisi 2, jika salah satu input dari
ketiga input diberi tegangan 5 V (yang dinyatakan dengan logika 1), diatas tegangan VBB akan
membuat salah satu dari transistor menghantar kondisi ini mengakibatkan
tegangan kolektor (tegangan pada R1) menjadi turun dan menyebabkan T5 off, sehingga tegangan output mendekati tegangan ground = 0 V (yang dinyatakan dengan logika 0). Kondisi ini berlaku pada semua atau
salah satu input jika diberi tegangan 5V (step 1-7)
3.1. Gerbang EXOR
3.1.1. Analogi, Simbol dan
Tabel kebenaran EXOR
Gerbang
EXOR merupakan suatu rangkaian logika khusus hanya mempunyai 2 masukan,
dengan satu keluaran. Gerbang EXOR merupakan rangkaian logika kombinasi dari
gerbang NOT, AND dan OR, seperti yang terlihat pada gambar 3.17a.
Tabel 3.11. Tabel kebenaran Gerbang EXOR
Masukan
|
Keluaran
|
|
A
|
B
|
XEXOR
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
3.1. Gerbang EXNOR
3.1.1. Analogi, Simbol dan
Tabel kebenaran EXNOR
Gerbang
EXNOR merupakan suatu rangkaian logika khusus hanya mempunyai 2 masukan,
dengan satu keluaran. Gerbang EXNOR merupakan rangkaian logika kombinasi dari
gerbang NOT, OR, dan AND seperti yang terlihat pada gambar 3.19.a.
Tabel 3.12. Tabel kebenaran Gerbang EXNOR
Masukan
|
Keluaran
|
|
A
|
B
|
XEXOR
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
Tabel 3.13. Ringkasan gerbang logika dasar
Gerbang
Logika
|
Exspresi
Aritmatik
|
Simbol
|
Tabel Kebenaran
|
|||||||||||||||
AND
|
X = A.B
|
|
||||||||||||||||
OR
|
X = A+B
|
|
||||||||||||||||
NOT
|
X =
|
|
||||||||||||||||
NAND
|
X =
|
|
||||||||||||||||
NOR
|
X =
|
|
Lanjutan Tabel 3.13. Ringkasan gerbang logika dasar
EXOR
|
X =
|
|
||||||||||||||||
EXNOR
|
X =
|
|


Post a Comment